tentang

Jumat, 30 November 2012

Cara Memberi Pakan

Mengetahui tata cara memberi pakan lele merupakan hal yang penting dan berpengaruh sangat besar dalam kesuksesan produksi budidaya ternak lele. Sebaliknya, kesalahan dalam tata cara pemberian pakan pelet dapat berakibat buruk dari benih yang mudah terserang penyakit sampai kondisi yang paling fatal yaitu kematian pada ikan lele yang di budidayakan.
adapun tata cara pemberian pakan  lele dapat di bagi menjadi ;

1. Waktu Pemberian Pakan ( Feeding Time )
2. Persiapan Pemberian Pakan
3. Cara Pemberian Pakan

Tata cara pemberian pakan pada segmen pembenihan dan pembesaran tidak jauh berbeda, perbedaan paling mendasar hanya pada pakan alami berupa cacing sutera untuk segmen pembenihan, sementara pada segmen pembesaran pakan tambahan berupa ayam tiren, ikan runcah, bekicot, keong mas, dll.

1. Waktu Pemberian Pakan ( Feeding Time )
Dalam tata cara pemberian pakan lele, mengetahui waktu pemberian pakan merupakan hal yang sangat penting, selain harus mengatur waktu pemberian pakan lele sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan, baik dengan menerapkan tiga kali sehari atau sampai dengan enam kali sehari ( per 3 jam ). Yang sangat penting dan harus di perhatikan ialah pemberian pakan tidak boleh dimulai terlalu pagi atau lebih jelasnya jangan memberi pakan sebelum jam 9 pagi karna permukaan kolam masih tercemar oleh zat-zat yang merugikan yang dibawa oleh udara, yang akan menjadi racun pada ikan lele. Adapun penyakit yang bisa di timbulkan dari kebiasaan memberi pakan terlalu pagi ialah radang insang, yang di akibatkan oleh parasit karna ikan memakan  pakan yang telah tercemar oleh zat-zat yang merugikan.

2. Persiapan Pemberian Pakan
walaupun terlihat sepele, persiapan pemberian pakan juga termasuk faktor yang di boleh dilupakan dalam tata cara pemberian pakan lele. Persiapan  pemberian pakan untuk pakan yang berbentuk pellet sebaiknya para pengusaha lele  harus membiasakan  membibis pakan pellet yang akan di berikan ( kecuali pakan tenggelam ) , Bibis ialah  proses membasahi pellet dengan air ( dianjurkan dengan air yang hangat ) agar pellet mengembang sehingga ikan lele yang mempunyai sifat rakus tidak akan memakan pellet terlalu banyak atau berlebihan jika kita memberikan pellet dalam kondisi kering, lele yang memakan pellet yang masih kering yang belum mengembang dapat berakibat fatal, karna pellet-pellet tersebut akan mengembang dalam perut lele, kondisi ini akan berakibat buruk pada kesehatan lele dan bisa berakibat kematian.
Jika kita menggunakan pakan tambahan seperti ayam tiren pada segmen pembesaran, sebaiknya ayam direbus dahulu jangan dibakar, karna jika dengan proses pembakaran, biasanya yang matang/hangus hanya bagian kulitnya saja, sementara bagian dalamnya belum matang, sehingga masih terdapat zat-zat yang berbahaya untuk kesehatan ikan, sementara jika prosesnya dilakukan dengan cara merebus, biasanya ayam tiren akan matang secara keseluruhan dan aman dikonsumsi oleh lele.

3. Cara Memberikan Pakan
    a. Cara memberikan yang berbentuk pellet apung harus dilakukan dengan cara menyebar menjadi 3 bagian untuk mudahnya kita umpamakan tiga bagian kolam ialah sisi ujung kanan , tengah, dan sisi ujung kiri kolam. Langkah pertama, sebar pellet secukupnya pada sisi ujung kanan kolam, setelah pelet habis, sebar lagi pelet secukupnya pada sisi tengah kolam, setelah habis, sebar lagi pada sisi ujung kiri kolam, lakukan proses tersebut hingga ikan lele terlihat kenyang, cirinya ialah tampak beberapa butir pellet yang tersisa pada saat diterbar dipermukaan kolam. Metode pemberian pakan seperti ini dilakukan agar ikan lebih aktif bergerak, sehingga membantu pertumbuhan ikan, selain itu juga dengan cara ini  para pengusaha lele juga dapat mengontrol tingkat responsif ikan lele.
    b. Untuk pellet tenggelam memberikannya berbeda, pellet tenggelam tidak disebar melainkan hanya ditebarkan pada satu titik, sesuai namanya pellet tenggelam akan tenggelam pada saat ditebar, jadi tebarkanlah sedikit demi sedikit, karna ikan lele termasuk ikan yang suka mengejar pakan yang bergerak, jadi dikhawatirkan pakan yang terlanjur tenggelam tidak akan dimakan, jika pada titik pemberian pakan pellet tenggelam respon ikan tampak menurun, sebaiknya pemberian pakan ikan di hentikan, ulangi dan lakukan lagi prosesnya pada setiap pemberian pakan pellet tenggelam.
   c. Pada segmen pembesaran pemberian pakan tambahan seperti ayam tiren sebaiknya digantung, hal ini dilakukan agar meminimalisir sisa tulang yang berserakan pada dasar kolam lele, dengan cara seperti ini sisa tulang di tali gantungan dapat segera dibuang..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar